Rabu, 17 November 2010

Pentingnya Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Anak


Pendahuluan
Telah kita ketahui bersama bahwa kondisi lingkungan sekarang sungguh memprihatinkan. Kondisi tersebut dari waktu ke waktu terus mengalami penurunan. Gejala-gejala alam yang menunjukkan hal itu telah nampak semakin jelas. Semakin tingginya suhu bumi dan musim yang sulit untuk diprediksi merupakan contoh gejala yang kita rasakan dari semakin rusaknya lingkungan bumi. Bencana banjir yang silih berganti menerjang wilayah Indonesia sebagai indikasi nyata rusaknya alam di negara kita.

Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini akibat dari aktivitas-aktivitas manusia yang tidak memerhatikan keseimbangan alam. Eksploitasi sumberdaya alam baik hutan maupun bahan tambang yang dilakukan selama ini cenderung merusak alam.  Tidak hanya itu, usaha ekonomi produksi skala kecil yang dilakukan masyarakat dengan berbagai aktivitasnya banyak juga yang merusak alam.  Penyebab utama  dari keadaan ini adalah karena kepentingan pelestarian alam sering diabaikan di tingkat pengambil keputusan di negara kita.

 Perilaku manusia terhadap alam berkaitan dengan aspek moral yang ada pada diri manusia. Cara pandang seseorang manusia terhadap alam juga berpengaruh terhadap sikap dalam interaksinya dengan alam. Terkadang interaksi manusia terhadap alam menyebabkan alam terganggu keseimbangannya. Oleh karena itu, diperlukan etika dan moralitas untuk mengatasi dampak kerusakan lingkungan. Penanaman nilai moral tidak dapat dilakukan secara mendadak tetapi harus mengikuti perjalanan hidup manusia itu sendiri mulai dari usia kanak-kanak sampai usia senja karena pendidikan lingkungan merupakan pendidikan sepanjang masa. Dengan demikian, perlu adanya pendidikan tentang lingkungan yang diajarkan sejak usia dini.

Pendidikan Lingkungan Hidup
Konvensi UNESCO di Tbilisi tahun 1997 memberikan pengertian tentang pendidikan lingkungan hidup, yaitu merupakan suatu proses yang bertujuan untuk menciptakan suatu masyarakat dunia yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masalah-masalah yang terkait di dalamnya serta memiliki pengetahuan, motivasi, komitmen, dan keterampilan untuk bekerja, baik secara perorangan maupun kolektif dalam mencari alternatif atau memberi solusi terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada sekarang dan untuk menghindari timbulnya masalah-masalah lingkungan hidup baru. Adapun, tujuan pendidikan lingkungan hidup yang ditetapkan UNESCO adalah:
1.          untuk membantu menjelaskan masalah kepedulian serta perhatian tentang saling keterkaitan antara ekonomi, sosial, politik, dan ekologi di kota maupun di wilayah pedesaan;
2.          untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, komitmen, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan;
3.          untuk menciptakan pola perilaku yang baru pada individu, kelompok, dan masyarakat sebagai suatu keseluruhan terhadap lingkungan.
Pendidikan lingkungan yang diberikan sebaiknya bertujuan untuk membentuk aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude). Selain itu, pendidikan lingkungan juga harus dapat menanamkan pada diri anak jiwa kepedulian dan partisipasi dalam rangka pelestarian lingkungan hidup.

Mengapa Perlu Dimulai Sejak Usia Dini?
Usia dini  merupakan saat dimana seseorang anak berada dalam masa perkembangan baik fisik maupun psikis dan masa pengenalan lingkungan sekitar. Pada usia ini, seorang anak lebih mudah dibentuk watak dan kepribadiannya. Anak juga lebih mudah terkesan dengan apa yang dilihat dan didengarnya. Sesuatu yang ditangkap oleh panca inderanya akan banyak berpengaruh terhadap pola pikir anak di masa yang akan datang.

Anak adalah peniru ulung. Sesuatu yang dilihat dan didengar akan mereka tiru. Oleh karena itu, akan sangat bermanfaat jika pada usia dini ditanamkan pendidikan lingkungan hidup sehingga akan membekas pada diri pribadi anak. Diharapkan hal itu dapat membentuk watak seorang anak untuk mencintai lingkungan alam yang akan dibawanya hingga dewasa. Dengan mempelajari lingkungan alam diharapkan anak akan lebih mudah memahami gejala-gejala alam yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari, lebih dari itu diharapkan juga dapat menumbuhkan kesadaran sejak awal untuk mencintai alam, dan mungkin juga anak bisa turut berpartisipasi untuk menjaga dan memelihara lingkungan alam.

Pendidikan lingkungan usia dini sebaiknya dilakukan dengan cara atau metode yang menyenangkan bagi anak.  Seorang anak akan lebih menikmati jika pendidikan lingkungan disampaikan dengan metode praktik langsung. Dalam hal ini anak diajak untuk melihat langsung alam sekitar sembari seorang pendamping menyisipkan pesan-pesan atau pengetahuan tentang kecintaan dan pelestarian terhadap lingkungan hidup.      

Pendidikan Lingkungan Di Sekolah
Sekolah merupakan institusi pendidikan yang berperan besar dalam membentuk watak seorang anak didik. Dimana guru sebagai agen utama dalam menstransfer informasi kepada anak didik. Begitu pula guru sebagai sosok yang diteladani bagi anak didik. Oleh karena itu kaitannya dengan pendidikan lingkungan hidup, seorang guru atau institusi pendidikan perlu memberikan ajakan-ajakan moral untuk mencintai dan menjaga lingkungan daalam berbagai kesempatan. Beberapa daftar kerja yang dapat dilakukan seorang guru untuk memberikan pengetahuan tentang lingkungan hidup, antara lain
1.          memasukkan pesan-pesan pendidikan lingkungan hidup dalam silabus;
2.          menyisipkan pesan-pesan pendidikan lingkungan hidup dalam semua pelajaran, terutama pelajaran sains;
3.          membuat dan menyusun langkah-langkah dalam pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di lingkungan sekolah;
4.          mempraktekkan pendidikan lingkungan hidup dalam kehidupan di lingkungan sekolah dan rumah;
5.          menjadikan lingkungan (ekosistem) sebagai sumber belajar;
6.          ada usaha-usaha dari Dinas Pendidikan terkait dengan pendidikan lingkungan hidup, misalnya mengadakan lomba kebersihan sekolah, lomba taman sekolah, dan UKS;
7.          melakukan berbagai upaya untuk mencegah bencana alam; dan
8.          merencanakan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan sekolah di masa depan.

Dengan adanya pendidikan lingkungan hidup, diharapkan setiap orang memiliki etika dan moralitas yang benar  di dalam memandang lingkungan hidup dalam interaksinya dalam kehidupan. Dengan demikian, kerusakan lingkungan hidup yang lebih parah dapat kita cegah. Tidak ada kehidupan yang lebih baik tanpa lingkungan hidup yang baik dan lestari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar